Cara Menanam Kunyit dan Jahe

Cara Menanam Kunyit dan Jahe Sendiri di Rumah

Posted on

Kunyit dan jahe merupakan rempah-rempah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dua jenis rimpang ini biasanya dijadikan sebagai bumbu pada masakan maupun sebagai bahan obat tradisional atau jamu. Banyaknya manfaat dari kedua jenis rimpang ini membuatnya sering dicari dan dibudidayakan di pekarangan rumah. Mari kita simak cara menanam kunyit dan jahe berikut ini:

Cara Menanam Kunyit

Negara kita terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya. Salah satu jenis rempah yang populer dan sering digunakan adalah kunyit.

Pada umumnya, rimpang kunyit dijadikan sebagai bumbu pada masakan seperti soto, kare, nasi kuning, dan lain-lain.  Penggunaan kunyit pada masakan dapat memberikan rasa yang khas sekaligus memberikan warna kuning alami pada masakan sehingga tampak lebih menarik.

Tak hanya itu, kunyit juga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan jamu tradisional seperti misalnya jamu kunyit asam maupun jamu sinom. Rimpang kunyit terkenal memiliki kandungan zat kurkumin yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan ini berperan sebagai antioksidan yang bisa membantu melindungi tubuh dari radikal bebas, mencegah inflamasi atau peradangan,mengatasi nyeri, mencegah kanker, dan masih banyak lagi.

Wah, ternyata banyak juga ya manfaat dari rimpang kunyit ini. Daripada jauh-jauh ke pasar, tidak ada salahnya Anda mencoba untuk menanam kunyit sendiri di rumah. Yuk kita simak cara menanam kunyit berikut ini!

1. Pembibitan

Langkah pertama yang perlu kita lakukan dalam penanaman kunyit yaitu mempersiapkan bibit rimpang kunyit.

Rimpang kunyit yang ideal dijadikan sebagai bibit yaitu rimpang kunyit yang sudah tua dan terhindar dari hama dan penyakit. Semakin tua rimpang kunyit yang dipilih, maka akan semakin bagus tunas yang akan dihasilkan nantinya.

Setelah didapatkan bibit kunyit yang sesuai, kemudian letakkan bibit kunyit tersebut pada tanah lembab dengan suhu diantara 25-28 °C dan terhindar dari paparan sinar matahari secara langsung. Pastikan untuk selalu menyiramnya dengan air yang cukup satu kali pada pagi atau sore hari. Tunas akan mulai muncul pada permukaan rimpang kunyit setelah 30-45 hari setelah pembibitan.

Ketika tunas bibit kunyit sudah mencapai tinggi sekitar 10 cm, Anda dapat memotong bagian rimpangnya. Selanjutnya bibit ini siap untuk ditanam.

2. Persiapan Media Tanam

Tak kalah pentingnya dengan pembibitan, Anda juga perlu mempersiapkan media tanam. Media tanam ini bisa berupa lahan terbuka maupun dengan penggunaan pot atau polybag.

Ukuran pot atau polybag yang digunakan tidak terlalu besar, Anda bisa menggunakan pot atau polybag dengan ukuran minimal 20 cm dan tinggi 40 cm.

Selanjutnya, siapkan media tanam berupa campuran dari tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 2 : 1 : 1.  Pastikan tanah yang dipilih terbebas dari hama dan penyakit, agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kunyit nantinya. Kemudian masukkan ke dalam pot atau polybag hingga terisi 2/3 bagiannya.

3. Penanaman

Setelah melakukan pembibitan dan persiapan media tanam, Anda bisa memulai proses penanaman. Proses ini dilakukan dengan cara memindahkan bibit ke media tanam yang telah dipersiapkan.

Pertama, buatlah lubang tanam sedalam 8 cm pada bagian tengah media tanam. Kemudian masukkan satu bibit kunyit ke dalam lubang tanam tersebut. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan tanah di sekitarnya lalu siram dengan air secukupnya agar media tanam kunyit tetap lembab.

4. Perawatan

Setelah bibit kunyit berhasil ditanam, agar tanaman kunyit bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan rimpang kunyit yang banyak, maka tanaman kunyit perlu mendapatkan perawatan yang baik pula.

Penyiraman bisa Anda lakukan setiap 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Pastikan tanah tetap lembab namun tidak menggenang. Pasalnya jika penyiraman dilakukan terlalu sering dengan volume air yang banyak, justru dapat membuat tanaman kunyit menjadi busuk dan mati.

Tak kalah pentingnya, Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi pada tanaman kunyit. Anda bisa melakukan pemupukan sebulan sekali dengan menggunakan campuran pupuk kompos, pupuk kandang, dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Hindari penggunaan pupuk kimia.

Selain itu, pastikan juga tanaman kunyit terhindar dari hama dan penyakit. Bagian tanaman yang terserang hama ataupun penyakit bisa Anda singkirkan agar tidak menjalar ke bagian lainnya.

5. Panen | Cara Menanam Kunyit dan Jahe

Rimpang kunyit baru bisa dipanen setelah berumur sekitar 8 bulan. Pada usia ini, rimpang kunyit sangat ideal karena rimpang yang dihasilkan sehat, tidak mengkerut, besar, dan tidak cepat busuk meskipun disimpan dlaam waktu yang lama.

Baca Juga : Cara Membuat Jamu Kunyit Asam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Cara Menanam Jahe

Cara Menanam Jahe

Jahe merupakan salah satu rempah-rempah yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia baik untuk bumbu masakan maupun sebagai obat tradisional.

Sebagai bumbu masakan, rimpang jahe berguna untuk memberikan aroma wangi dan rasa pedas. Sementara itu, pada minuman tradisional, sensasi pedas pada rimpang jahe bisa membuat tubuh terasa lebih hangat.

Rimpang jahe memang terkenal memiliki banyak manfaat, terutama bagi kesehatan. Diantaranya yaitu dapat mengatasi mual dan masalah pada perut, mencegah penyakit kulit, meningkatkan daya tahan tubuh, menghangatkan tubuh, meredakan flu dan batuk dan lain sebagainya.

Melihat banyaknya manfaat dari rimpang jahe, tak ada salahnya Anda mencoba untuk menanam tanaman jahe sendiri di rumah. Caranya pun sangat simpel dan mudah. Yuk kita simak cara menanam jahe berikut ini!

1. Pemilihan bibit

Ada berbagai macam jenis jahe. Pertama, Anda perlu menentukan jenis jahe yang akan Anda tanam. Berikut ini beberapa jenis jahe yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan maupun sebagai minuman tradisional:

  • Jahe putih besar. Rimpang jahe ini berwarna putih kekuningan dan berukuran sekitar 8 cm.
  • Jahe putih kecil. Rimpang jahe ini berwarna putih kekuningan, memiliki lapisan, serta berukuran sekitar 3 cm.
  • Jahe merah. Seperti namanya, rimpang jahe ini berwarna kemerahan atau jingga muda, memiliki lapisan, berbau tajam, serta berukuran sekitar 4 cm.

2. Pembibitan

Setelah menentukan jenis jahe yang akan ditanam, langkah selanjutnya Anda perlu memilih bibit jahe yang berkualitas agar jahe bisa tumbuh dengan optimal. Pilihlah rimpang jahe yang telah berumur sekitar 10 bulan, dengan ciri rimpang jahenya besar dan bertekstur halus.

Jika sudah didapatkan bibit jahe yang sesuai, kemudian rendam rimpang jahe ke dalam air hangat selama satu malam. Selanjutnya, letakkan rimpang jahe pada tanah yang lembab dan terhindar dari sinar matahari secara langsung. Siram bibit jahe pada pagi atau sore hari untuk memastikan tanahnya tetap lembab. Tunggu hingga rimpang jahe memiliki tunas. Bibit jahe bisa Anda pindahkan ke media tanam setelah tunasnya mencapai ketinggian sekitar 1-2 cm.

3. Persiapan Media Tanam

Langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan media tanam. Media tanam yang digunakan bisa di lahan terbuka maupun di dalam pot atau polybag. Pada umumnya menanam jahe tidak membutuhkan lahan yang luas. Anda juga bisa menggunakan pot atau polybag dengan ukuran minimal 30 cm dan tinggi 35 cm untuk menanam 3-4 bibit jahe.

Setelah menentukan lahan atau wadah yang akan digunakan, buatlah media tanam dengan mencampurkan tanah, pupuk kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 2 : 1 : 1. Pastikan tanah yang dipilih terbebas dari hama dan penyakit, agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kunyit nantinya. Kemudian masukkan ke dalam pot atau polybag hingga terisi 2/3 bagiannya.

4. Penanaman

Jika bibit dan media tanam telah siap, maka Anda dapat memulai penanaman jahe dengan memindahkan rimpang jahe ke dalam media tanam.

Pertama, potong rimpang jahe menjadi potongan kecil. Pada setiap potongan jahe ini bisa ditumbuhi beberapa tunas. Kemudian buatlah lubang tanam pada media tanam. Letakkan rimpang jahe pada kedalaman 5-10 cm di dalam tanah dengan tunas dihadapkan ke atas.

Jika Anda menanam beberapa bibit jahe sekaligus di dalam pot, maka Anda perlu memberikan jarak minimal 5 cm agar jahe bisa tumbuh dengan baik.

5. Perawatan

Jahe yang sudah berhasil ditanam, masih memerlukan perawatan agar tanaman jahe bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan rimpang yang banyak.

Letakkan tanaman jahe pada tempat teduh dengan suhu sekitar 24-30°C dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Lingkungan atau tempat yang dingin, justru bisa memperlambat pertumbuhan jahe, bahkan membuat bibit jahe tidak tumbuh sama sekali.

Penyiraman dapat dilakukan satu kali sehari pada pagi atau sore hari dengan air yang cukup. Pastikan media tanam tetap lembab namun tidak tergenang air. Pasalnya air yang menggenang justru hanya akan membuat rimpang jahe menjadi busuk dan menyebabkan tanaman mati.

6. Panen | Cara Menanam Kunyit dan Jahe

Tahap pemanenan rimpang jahe dapat Anda lakukan setelah jahe berumur sekitar 10-12 bulan setelah tanam. Namun, jika digunakan sebagai minuman, jahe dapat dipanen saat berumur 4 bulan.

Demikian tadi beberapa cara menanam kunyit dan jahe yang bisa Anda jadikan kegiatan untuk mengisi waktu luang saat di rumah. Selain bisa mengisi waktu luang, penanaman rimpang kunyit dan jahe juga bermanfaat untuk kebutuhan bumbu dapur maupun untuk pembuatan jamu tradisional. Jangan lupa kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi-informasi menarik lainnya.