mengatasi konstipasi dengan VCO

Mengatasi Konstipasi dengan vco

Posted on

Artikel yang memahas informasi mengenai cara mengatasi konstipasi dengan vco yang bisa jadi referensimu sebagai obat.

Mengatasi Konstipasi dengan vco

Adalah frekuensi buang air besar yang kurang dari biasanya. Waktu buang air besar tiap orang berbeda-beda. Namun umumnya dalam waktu satu minggu, manusia buang air besar minimal lebih dari 3 kali. Jika frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, maka seseorang dianggap sembelit. Akibatnya feses menjadi kering dan keras sehingga lebih sulit dikeluarkan dari anus.

Buang air besar merupakan tahap terakhir dari proses pencernaan. Dalam sistem pencernaan manusia, makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung, usus kecil, lalu usus besar. Setelah air dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh diserap di usus, sisa makanan kemudian dikeluarkan melalui anus sebagai feses.

Setiap orang dapat mengalami sembelit dari waktu ke waktu, tetapi biasanya bukan kondisi yang serius dan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Tingkat keparahan sembelit bervariasi dari orang ke orang. Dalam beberapa kasus, sembelit bisa menjadi kronis jika kondisinya berulang beberapa kali dalam 3 bulan. Gangguan sembelit kronis ini bisa mengganggu aktivitas keseharian penderitanya.

Penyebab sembelit bisa lebih dari satu faktor, dari pola makan dan hidup yang buruk, atau kondisi medis tertentu. Sedangkan pada anak, selain dari beberapa penyebab yang telah disebutkan, kebiasaan menahan keinginan untuk buang air besar atau stres juga bisa membuat mereka mengalami sembelit. Untuk mengatasi sembelit, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup, pemberian obat (laksatif atau laksatif), atau prosedur pembedahan.

Lebih lanjut tentang VCO

Pada dasarnya cara pembuatan VCO tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan minyak kelapa sawit, minyak nabati, atau minyak kelapa sawit yaitu dengan memeras atau mengekstrak buah kelapa hingga tetes terakhir minyak yang dihasilkan. Perbedaannya terletak pada metode ekstraksi VCO yang diproses dengan teknik cold press tanpa melibatkan panas, baik dari kompor maupun dari matahari. Proses ini menghasilkan varian minyak kelapa terbaik untuk kesehatan Anda. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua VCO dibuat menggunakan teknik ini.

VCO juga dipercaya mengandung medium chain triglycerides (MCT) yang dipercaya dapat memicu “kolesterol baik” sehingga baik untuk jantung kita. Lalu, apa saja kegunaan VCO?

Proses Pembuatan Minyak Kelapa Murni:

  1. Bahan dasar yang digunakan adalah daging buah kelapa yang masak berumur 10-12 bulan. Daging buahnya diparut kemudian ditambahkan air hangat bersuhu 40ᵒC atau suam-suam kuku, diperas untuk menghasilkan santan.
  2. Tambahkan air dan peras santan secara terus menerus dengan air secukupnya hingga tidak ada lagi santan yang didapat, kemudian diamkan kurang lebih 4 jam.

3. Setelah 4 jam santan akan terpisah menjadi 3 bagian : yang pertama santan prima yang berada pada lapisan                teratas, yang kedua air pada lapisan tengah, dan yang ketiga endapan pada lapisan terbawah.

  1. Selanjutnya santan prima dipisahkan dan dicampur dengan air kelapa yang telah dibiarkan terbuka selama kurang lebih 4 jam.
  2. Kemudian campuran santan dan air kelapa tersebut didiamkan selama kurang lebih 24 jam. Selama 24 jam ini akan terjadi proses fermentasi.
  3. Santan prima juga akan terpisah menjadi 3 bagian : yang pertama minyak bening atau minyak VCO pada lapisan teratas, yang kedua blondo putih pada lapisan tengah, dan yang ketiga air kelapa pada lapisan terbawah. Masing-masing dari lapisan ini kemudian akan dipisahkan.
  4. Blondo putih dipanaskan diatas api sehingga mendapatkan minyak dan coklat.
  5. Minyak yang terbentuk akan dipisahkan dan bias dicampur dengan minyak bening dari hasil fermentasi, selanjutnya dipanaskan lagi kurang lebih 10 menit agar mengurangi kadar air.
  6. Minyak yang diperoleh kemudian didinginkan dan dikemas dalam botol yang sudah steril lalu ditutup rapat.

Mengatasi Konstipasi dengan VCO

Dosis dewasa biasa adalah 1-2 sendok makan, 3 kali sehari. Bagi yang mengalami sembelit akut, dosisnya bisa ditingkatkan menjadi seperempat gelas atau sekitar 50 ml.

Jika Anda belum pernah mengonsumsi VCO sebelumnya, Anda bisa memulai dengan 1-2 sendok makan terlebih dahulu. Reaksi yang ditimbulkan bisa berbeda untuk beberapa orang.

VCO dan Detoksifikasi

Seperti saluran air, saluran pencernaan kita bisa menjadi kotor dan banyak penyumbatan di sana-sini. VCO juga memiliki manfaat detoksifikasi atau membuang racun yang terkumpul dan zat berbahaya di dalam tubuh.
Efek detoks biasanya baru akan terasa setelah pemakaian rutin.

Reaksi yang paling sering terjadi adalah frekuensi buang air besar dengan frekuensi yang sedikit berbeda dengan feses yang normal. Banyak anggota grup Ketofastosis Indonesia membagikan testimoni detoksifikasi mereka.

Di sela-sela feses terlihat seperti kumpulan sampah bahkan lendir. Menurut mereka, reaksi ini tidak perlu dikhawatirkan karena artinya tubuh sedang membersihkan dan membongkar tumpukan limbah dan zat berbahaya di saluran pencernaan.

Kamu juga bisa menggunakan mesin VCO untuk produksi lebih banyak dan bisa digunakan untuk usahamu