Huracan Evo Spyder RWD, Mobil Lamborghini Keluaran Terbaru Dengan Penggerak Roda Belakang

Posted on

Lamborghini mengenalkan model Huracan yang menyuguhkan sensasi berkendara menyenangkan. Ialah Huracan Evo RWD Spyder, berkenalan lewat website resmi dalam format Augmented Reality (AR). Berpenggerak roda belakang diperbanyak atap terbuka, berhasil menjadi formula pencipta senyum terbaik. Apalagi dibekali mesin V10 performa tinggi.

Unit sepuluh silinder Lamborghini pasti menghadirkan output tambahan besar. Ekstraksi daya mampu menorehkan angka 618 PS disertai torsi berlimpah 560 Nm. Sisi menyenangkan ialah penyaluran tenaga ke roda belakang lewat girboks LDF dual-clutch tujuh percepatan. Sedikit membalikkan nuansa kegilaan Lamborghini sebelum sistem penggerak empat roda nan modern mendominasi.

Tenaga sebesar ini jelas menciptakan tokoh fantastis. Akselerasi ke 100 kpj diraih dalam tempo 3,5 detik saja. Terus bejek pedal akselerator, Banteng beratap tersingkap ini bakal terus berlari sampai mentok di 324 kpj. Namun hakikat dari Huracan Evo RWD Spyder bukan sebatas tersebut saja. Nyanyian merdu V10 bisa dinikmati lebih jelas. Pasalnya atap soft top dapat dimulai untuk mendengarkan tersebut sekaligus merasakan alam terbuka.

Angka luar biasa tadi tidak berdiri sendiri. Ada peran dari bodi berbahan alumunium dan thermoplastic resin, berdiri di atas rangka hybrid aluminium dan serat karbon. Komposisi material ini menghasilkan mutu ringan, melulu 1.509 kg. Bila dikalkulasi, power to weight ratio menjangkau 2,47 kg/hp sampai-sampai figure akselerasi secepat tersebut menjadi suatu kewajaran.

Feedback bergairah didapatkan oleh persentase distribusi mutu 40/60 (depan/belakang) dan komponen kaki-kaki. Suspensi menganut model double wishbone dengan passive shock absorber untuk menghasilkan umpan balik optimal. Sektor handling kesatu kali dihadirkan oleh ban spesial Pirelli P Zero, membungkus sepatu Kari 19 inci dan ventilated and cross-drilled steel brakes. Sebagai pilihan tambahan, konsumen bisa memilih pelek 20 inci dan rem carbon ceramic.

“Huracan Evo Rear-Wheel Drive Spyder memperbanyak keseruan berkendara, menyajikan kesenangan mengemudi binal dengan peluang menikmati dunia luar. Pengemudi terhubung dengan warisan kiat Lamborghini, merasakan feedback dan keterhubungan suatu mobil berpenggerak roda belakang dengan campur tangan elektronik yang minimalis. Berikut pula merasakan rasa kemerdekaan dan gairah yang melulu disajikan oleh sensasi berkendara open-top,” komentar Chairman and Chief Executive Officer Automobili Lamborghini, Stefano Domenicali.

Tombol ANIMA di lingkar kemudi dapat digunakan untuk menyesuaikan skill mengemudi. Ia menata kalibrasi tenaga di roda lewat sistem kontrol traksi P-TCS. Posisi Strada menyuguhkan stabilitas dan keselamatan di sekian banyak kondisi. Selip diminimalisir inilah pembatasan kiriman torsi dalam situasi permukaan licin.

Kalau merasa hendak bersenang-senang, Sport punya sikap itu. Sistem mengizinkan selip terjadi ketika berakselerasi. Meski begitu, kontrol torsi tetap dipertahankan ketika sudut oversteer terbaca bertambah terlalu menyeluruh sehingga pengemudi tetap dapat menata kendali. Terakhir terdapat mode Corsa. Sistem mengoptimalkan traksi dan kelincahan saat terbit dari tikungan dalam situasi performa tinggi. Saat di trek contohnya, ia berjuang memaksimalkan dinamisme dan kecepatan.

Sebagai pembeda dari model 4WD, ia mendapat rancangan eksklusif di depan dan belakang. Dicirikan oleh splitter dan sirip vertikal di unsur dalam air intake. Di belakang, bumper menemukan diffuser khas Evo RWD Spyder.

Pembeli kesatu akan menerima Huracan Evo RWD Spyder ini pada musim panas 2020. Di Eropa ia dibanderol 175.838 Euro atau setara Rp 2,86 miliar. Sementara tersebut di AS, saran harga ritel dibuka dari 229.428 USD atau Rp 3,44 miliar. Sumber: https://www.decisionsonevidence.com/seva-mobil-bekas/